Kamis, 27 Desember 2012

BAB DESIGN



SETRIKA TANPA KABEL
       I.           Pendahuluan
Puji syukur atas rahmat dan karunia Allah SWT  sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kami ini. Terima kasih kepada Dosen kami yang mana telah membantu kami dalam memilih materi yang akan di buat, dan juga kepada teman teman kami yang selalu mendukung kami dalam setiap keputusan yang dilaksanakan.

Ada beberapa alasa mengapa setrika yang kami pilih dalam tugas design kali ini, karena kami ini apa yang hendak kami buat itu dapat di manfaatkan oleh masyarakat banyak. Dan juga kebanyakan wanita di Indonesia terkadang merasa terganggu apa bila pada saat menggosok kabel yang berada di belakang nya setrika.

Dan juga pada saat menggosok keseringan kabel yang panjang pada belakang nya itu sering tergulung yang dikarenakan kabel nya yang terlalu panjang sekali, dan juga pada saat menggsok sering kali kabel yang membuat ribet dalam praktikum sehigga sulit untuk menggosok bagian ujung belakang.

Pengalaman yang pernah kami dengar, pada kabel setrika tersebut jika tidak dirawat maka kabel tersebut dapat konslet. Resiko ini harus lebih di perhatikan lagi karena jika kabel tersebut konslet dan mengenai tangan pengguna nya maka sangat berbahaya.

Namun Apabila kita mengguanakan setrika yang tanpa kabel nya resiko-resiko seperti diatas dapat terhindarkan sehingga pengguna nya pun akan lebih tenang dalam menyetrika. 

Dan untuk sistem kerja nya sendiri, dimana pada setrika bagian ujung untuk kabel nya akan diganti dengan antena dimana antena tersebut berfungsi sebagai sensor yang akan menghubungkan dengan sensor utama yang sudah di colokan.

Sehingga dengan menekan tombol on nya saja maka setrika nya pun sudah menyala dan panas. dan juga keuntungan dari setrika ini kita sebagai pemakai nya tidak akan merasa ribet lagi dimana harus pusing memutar memutar setrika yang dikarena kan kabel dari setrika nya kusut.

Dengan perkembangan nya zaman ini akan sangat membantu manusia dalam melakukan aktivitas sehari hari nya dengan cepat. 

     II.                           Sejarah Setrika

Tak ada yang bisa memastikan kapan orang pertama kali menyetrika, tetapi sebuah lukisan di negeri China menggambarkan bahwa pada abad ke 12 mereka menggunakan sebuah wadah besi yang diisi dengan batubara, kemudian ditekan diatas kain.

Pada abad pertengahan, setrika dari logam pun dibuat. Benda ini harus dipanaskan terlebih dahulu diatas api. Agar tangan tidak panas, gagang untuk pegangan setrika dilapisi kain handuk yang tebal.

Menurut kabar, setrika listrik juga ditemukan di Prancis pada tahun yang sama yaitu Juni 1882. Di Indonesia, kata "Setrika" berasal dari bahasa Belanda yaitu "Strijikizer" yang berarti menghilangkan kerutan atau menghaluskan.

Di New York, Henry W. Seely akhirnya mematenkan setrika listrik pada Juni 1882. Namun, ia sendiri agak meragukan temuannya, dikarenakan setrika listrik itu harus secara terus menerus di colok ke sirkuit listrik. Untuk mengatasi hal tersebut Selly dan Richard Dyer yang juga merupakan pengacara dari Thomas Alva Edison, akhirnya berhasil menemukan dan membuat alat setrika tanpa kabel yang dipanaskan oleh listrik.

Thomas Sears pada tahun 1950 an berhasil menciptakan sebuah setrika uap. Sistem kerja setrika uap yaitu mengubah air menjadi uap yang dapat melicinkan pakaian lebih cepat dan mudah.

Namun saat ini dizaman yang sudah modern, alat ini terbuat dari bahan yang ringan, bahkan beberapa bagian sudah menggunakan bahan yang terbuat dari plastik serta dilengkapi beberapa fiture tombol otomatis

Perkembangan Setrika

Sejarah Setrika Periode Sebelum Masehi
Setrika dipercaya mulai dikenal dan digunakan orang sejak 400 SM oleh bangsa
Yunani. Saat itu, setrika digunakan untuk membuat lipatan-lipatan vertikal pada pakaian-pakaian kebesaran yang akan digunakan untuk melakukan upacara atau ritual tertentu.


Bangsa Romawi juga tercatat pernah menggunakan setrika yang bentuknya sudah menyerupai setrika modern seperti sekarang. Setrika yang digunakan oleh bangsa Romawi saat itu dinamakan prelum. Jenis setrika ini menggunakan teknik pressing (tekanan), sehingga banyak orang yang menyebutnya mirip dengan alat pembuat anggur (winepress).

Berdasarkan catatan lainnya, setrika juga dikenal dan digunakan oleh bangsa China sekitar abad ke-1 SM.
Setrika ini berupa pot logam yang dapat diisi dengan bara api (arang membara).


Sejarah Setrika pada Periode Masehi
Seiring dengan berjalannya waktu, setrika juga terus mengalami perkembangan.
Berikut ini urutan perkembangan setrika periode tahun Masehi hingga sekarang.


* Awal abad ke-17 orang menggunakan setrika yang dikenal dengan sebutan sadiron.
Setrika jenis ini berbentuk potongan logam yang tebal dengan permukaan rata dan diberi pegangan.
Pada periode ini, setrika kemudian disempurnakan menjadi kotak logam bergagang yang dapat diberi bara api.
* Akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 ditemukan setrika cetak (cast iron).
* Tahun 1800 ditemukan setrika gas (gas iron).
* Tahun 1800-an ditemukan setrika listrik.




       I.          


Kelompok "TUK"
1. Claudio Dewa Suseno
2.Devi Dita Anggara
3. Mar'atul Rahmah
$. Robby Pranata

KODE ETIK ENGINEERING


KONSEP TEKNOLOGI : 10 KODE ETIK IEEE
  • Menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering yang taat asas keamanan, kesehatan dan kesejahteraan publik dan segera menyatakan secara terbuka faktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan !
Contoh sikap : ada seorang engineer, dia diberi tugas untuk membuat gedung baru bertingkat di perawang , dalam bekerja ia selalu mengigatkan anggota nya tentang keamanan serta ia bersedia menerima segala resiko yang terjadi terhadap keputusan yang diambilnya, ia juga terbuka kepada publik, dengan cara memberitahukan kepada masyarakat tentang kemungkinan yang dapat terjadi pada saat proyek ini berjalan yang dapat membahayakan mayarakat itu sendiri.
  • Menghindari konflik interess nyata atau yang terperkirakan sedapat mungkin , dan membukanya pada para pihak yang terpengaruh ketika muncul !
Contoh sikap :alan bekerja di suatu perpustakaan , sehingga yang mengatur buku yang masuk keperpustakaan adalah alan, pada saat itu afgan yang merupakan adek alan ingin memasukan buku ke perpustakaan tersebut ! alan berdasarkan kode etik ini harus mengatakan kepada adeknya tersebut untuk tidak sekali-kali mencoba memasukkan buku  ke perpustakaan tempat dia bekerja , karena bila hal itu terjadi maka pada saat ada orang lain yang ingin memasukkan buku  yang memiliki kualitas yang sama seperti afgan maka , alan sebagai abang  tidak akan bisa membantu afgan untuk dapat memasukkan buku tersebut !
  • Akan jujur dan realistis dalam bekerja !
Contoh sikap : engineer  yang bekerja di perusahaan  export import, dia bertugas menjual barang dan menerima keluhan . pada saat menawarkan barang ini kepada Negara yang baru kali ini mendengar barang tersebut, engineer ini harus bersikap jujur terhadap barang yang dijualnya, dan tidak mengada-ada terhadap barang tersebut. Baik itu dari segi kualitas maupun dari segi kekurangan barang ini, jangan hanya untuk mendapatkan pelanggan , maka hanya kualitas yang disebutkan serta menyatakan bahwa barang yang dijualnya tidak memiliki kekurangan . karena hal tersebut akan merugikan Negara tersebut.
  • Menolak sogokan dalam segala hal !
Contoh sikap : seorang engineer,yang bekerja di perusahaan listrik negara (PLN) dia bertugas sebagai pekerja lapangan dimana tugas nya yaitu memasang instalasi kerumah-rumah warga serta menaikan daya. Pada saat itu ada seorang pelanggan PLN yang ingin menaikan daya , tapi pelanggan ini tidak mau mengurus hal tersebut ke kantor pln , karena pelanggan ini beranggapan proses nya kan lama , lalu pelanggan ini memberikan  sogokan kepada engineer tersebut agar mau menaikan  daya rumahnya lebih cepat. Sikap engineer ini yaitu harus menolaknya , hal ini disebabkan karena engineer ini tau, bahwa harus ada prosedur untuk hal tersebut. Sehingga apabila ada seseorang yang ingin jalan pintas dia harus dapat mengatasinya
  • Mengembangkan pemahaman teknologi aplikasi yang sesuai dan kemungkinan konsekuensinya!
Contoh sikap : engineer ini bekerja dalam pembuatan ac,kemudian dia menyadari bahwa bila pengunaan ac yang begitu dingin pada suatu ruangan dapat menimbulkan  penyakit pada pengunanya! Sehingga engineer ini harus mengevaluasi ac tersebut bagaimana ac tersebut tetap dingin dan  tetap sehat bagi pengunanya .pengunaan ac yang begitu banyak di setiap wilayah indonesia juga berdampak bagi keshatan lingkungan sekitar, dimana ac dapat merusak lapisan ozon di bumi kita, sehingga engineer harus berfikir bagiamana agar pengunaan ac tidak merusak lapisan ozon di bumi kita !
  • Menjaga dan mengembangkan kompetensi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman atau setelah menyatakan secara terbuka keterbatasan relansi kami !
Contoh sikap : alan seorang engineer yang biasa bekerja dengan mesin ! kemudian alan diundang untuk debat bersama ulama besar Indonesia, debat yang dibahas yaitu tentang poligami versus perzinahan yang ada diindonesia , alan sebagai engineer berdasarkan kode etik harus bersikap boleh mengambil tugas ini apabila memiliki pengalaman dan pelatihan sebelumnya, jika memang terpaksa juga alan harus menyatakan keterbatasan pengetahuan nya tentang hal tersebut.
  • Mencari , menerima dan menawarkan kritik , pekerjaan teknik harus mengakui dan memperbaikinya !
Contoh sikap : alan bekerja disuatu perusahaan besar dibidang perancangan mesin baru, pada saat itu, alan mempersentasikan mesin baru tersebut, tentu saja mesin yang dpresentasikan alan tersebut akan mendapat tanggapan berupa kritik, alan sebagai engineer yang bersikap berdasarkan kode etik harus bersikap menerima kritik tersebut, untuk membuat dirinya lebih baik !
  • Memperlakukan dengan adil semua orang tanpa bergantung pada factor-faktor seperti ras, agama , jenis kelamin keterbatasan fisik , umur dan asal kebangsaan .
Contoh sikap : alan adalah bos  disuatu perusahaan , di perusahaan ini , alan memperkerjakan banyak karyawan , karyawan ini berbeda-beda, baik itu segi agama, jenis kelamin, ras dan umur ! alan yang merupakan seorang muslim  selalu bersikap adil, pada saat hari idul fitri alan memberikan THR kepada karyawan muslim , pada saat orang non muslim juga merayakan natal, alan sebagai bos juga memberikan THR. Sehingga alan tidak membeda-bedakan karyawan nya , walaupun dia beragama islam, dia tetap bersikap adil kepada agama selain islam.
  • Berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain , milik reputasi
Contoh sikap : alan yang bekerja dalam pembuatan gedung baru, dimana tentu saja alan bekerja sama dengan orang lain untuk dapat menyelesaikan proyek ini . dalam bekerja alan harus memperhatikan keamanan diri sendiri dan orang lain . bila pada saat bekerja, alan bekerja pada lantai dua, maka alan harus menjaga keselamatan rekan kerja di  lantai satu , dengan menjaga alat yang digunakan dalam bekerja tidak jatuh mengenai rekan kerja di lantai satu !
  • Membantu rekan sejawat dan rekan kerja dalam penggembangan profesi mereka dan mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini !
Contoh sikap : alan soerang pilot di maskapai garuda , dia termasuk pilot yang cukup senior . dia sudah sering menerbangkan pesawat, baik dalam negeri atau pun luar negeri. Pada saat itu, putra adalah pilot baru di maskapai garuda , dia belum memahami betul aturan penerbangan seperti alan. Alan dalam kode etik ini , harus membantu putra agar memahami lagi cara penerbangan  dan aturan di maskapai tersebut. Sikap alan tersebut merupakan membantu rekan kerja, sedangkan kalau membantu rekan sejawat, yaitu alan memiliki teman pilot yang sudah lama dia kenal , nama nya yaitu budi, tetapi budi bekerja di maskapai lion air, dalam kode etik ini . alan harus membantu budi jika dia mengalami masalah dalam menjalankan pekerjaannya, walau pun budi dan alan bekerja di maskapai yang berbeda.